Coba Selamatkan 11 Siswa MTS yang Meninggal di Sungai, Warga Melihat Para Korban Berputar-putar di Pusaran Air



    Lagi, kegiatan susur sungai menelan korban jiwa. Jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi susur sungai di Ciamis ini bahkan lebih dari 10 orang, tepatnya 11 siswa dari MTs Harapan Baru Ciamis.

    Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat (15/10/2021) siang. Saat itu, para siswa bersama guru melaksanakan kegiatan susur Sungai Cileueur di Kampung Leuwi Ili, Desa Utama, Kecamatan Cijeunjing.

    Selang beberapa saat, teriakan kencang mengejutkan warga, termasuk salah satu saksi mata bernama Maman Sulaeman, 55 tahun.

    “Saya ini yang punya ngurus empang ini dan saya saat kejadian sehabis Jumatan, sedang di saung (di sekitar sungai) ini. Tiba-tiba ada yang berteriak minta tolong dari segerombolan murid dan guru yang sedang acara di sungai. Saya kaget dan langsung cek ternyata ada yang tenggelam ke muara ini,” ungkap Maman, dilansir Kompas.com.

    Maman dan warga lainnya kian panik tatkala menemukan sejumlah siswa sudah berputar-putar di pusaran air yang ada di bagian bawah sungai, yang diakibatkan adanya belokan sungai.

    Akhirnya, Maman beserta sejumlah warga lainnya memanggil Muslim, salah satu warga Kampung yang jago berenang di muara sungai tersebut.

    “Ada Muslim warga di sini yang sudah jago menyelam di muara ini langsung berupaya menyelamatkan korban dengan cara ngobeng (menyelam manual biasanya mencari ikan),” kata Maman.

    Tapi nahas, pusaran air sungguh dahsyat, tak bisa ditaklukkan oleh Muslim yang menjadi satu-satunya warga yang berani berenang di muara tersebut.

    “Muslim malah mengaku mau terbawa pusaran air di bawah muara itu yang dalamnya sekitar 4 meter,” terang Maman.

    Akibatnya, penyelamatan 11 siswa gagal dan mengakibatkan mereka tenggelam. Jenazah para korban dievakuasi oleh petugas tim SAR dari BPBD Ciamis dengan dibantu warga setempat.

    Tidak ada komentar untuk "Coba Selamatkan 11 Siswa MTS yang Meninggal di Sungai, Warga Melihat Para Korban Berputar-putar di Pusaran Air"