CEK FAKTA: Akhirnya Larangan Mudik Dicabut, Benarkah?





    Sebuah narasi yang menyebut bahwa larangan mudik akhirnya dicabut beredar di media sosial. Narasi itu ditampilkan dalam sebuah foto acara berita yang menampilkan tulisan larangan mudik dicabut.

    Lewat Facebook, akun Yahdi Mahyassa mengunggah tangkapan layar yang memperlihatkan seorang penyiar berita dengan tulisan yang tertera "AKHIRNYA, LARANGAN MUDIK DICABUT". Diunggah pada 28 April 2021, unggahan tersebut disukai 11 akun dan dibagikan 5 kali.

    Dalam keterangan unggahan tersebut ada narasi demikian:

    "Akhirnya larangan mudik dicabut"

    Lantas benarkah demikian?

    Cek Fakta Pencabutan larangan mudik (turnbackhoax.id)

    PENJELASAN

    Berdasarkan peneluruan turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, klaim yang menyebut bahwa larangan mudik akhirnya dicabut adalah keliru.

    Foto tangkapan layar pada unggahan tersebut diketahui sudah melalui proses penyuntingan. Pencarian fakta dilakukan dengan menggunakan mesin pencari gambar milik google.

    Hasilnya foto serupa ditemukan pada kanal Youtube SYS ENTERTAINMENT. Pada unggahan video di akun SYS ENTERTAINMENT, judul yang disematkan untuk pewarta tersebut adalah "Kazakhstan news reporter sounds like diesel truck starting in the morning women edition".

    Dengan kata lain tidak ditemukan narasi "AKHIRNYA, LARANGAN MUDIK DICABUT" seperti yang tertera pada foto yang beredar di Facebook.

    KESIMPULAN

    Mengacu pada seluruh referensi yang ada, dapat disimpulkan bahwa konten yang diunggah akun Yahdi Mahyassa adalah hasil suntingan. Narasi tersebut tergolong hoaks dengan kategori manipulated content atau konten yang dimanipulasi.

    Catatan Redaksi:
    Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.