VIRAL Video Serda Purwanto Azani Bayinya Yang baru lahir Sebelum Naik KRI Nanggala, Reaksi Bayi Bak Pertanda Seakan-akan sang bayi merasakan bahwa ini pelukan sang ayah yang pertama sekaligus yang terakhir

     





    Serda Purwanto menjadi sati dari 53 awak kapal KRI Nanggala yang gugur ketika bertugas.

    Sebelum berangkat berlayar, Serda Purwanto rupanya tengah berbahagia karena sang istri melahirkan anaknya.

    Sayang, belum sempat menghabiskan waktu dengan anaknya yang baru lahir, Serda Purwanto terlebih dulu gugur.

    1 to 12

    Kini ramai beredar video yang direkam sebelum Serda Purwanto naik kapal KRI Nanggala.

    Dalam video itu Serda Purwanto tampak sedang mengazani bayinya.

    Video momen haru antara Serda Purwanto dengan buah hatinya yang baru lahir itu diunggah ulang di kanal YouTube tvOne, Selasa (27/4/2021) dikutip dari artikel Surya Malang dengan judul 'Video Viral Serda Purwanto Azankan Bayinya Sebelum Naik KRI Nanggala-402, Anaknya Tak Henti Menangis.'

    Diketahui KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam dan 53 awaknya gugur pada Sabtu (24/4/2021) pukul 17.00 WITA.

    Ilustrasi KRI Nanggala 402 Tenggelam, Bodi Retak Mirip Kapal Selam Ara San Juan (Tribun Medan/Kolase TribunStyle.com/YouTube Kostack Studio/Instagram)

    Rupanya sesaat sebelum berangkat dinas, Serda Purwanto sempat memeluk buah hatinya untuk terakhir kali.

    Dalam video tersebut tampak Serda Purwanto menggendong bayinya yang baru lahir.

    Bayi yang terbungkus kain biru tersebut diam saat sang ayah membisikkan azan di telinganya.

    Serda Purwanto menangis terharu saat mengazankan sang buah hati.

    Setelah selesai, bayi tersebut ikut merengek dalam gendongan ayahnya.

    "Saat-saat terakhir Serda Kom Purwanto memeluk buah hatinya yang baru lahir," demikian tertulis keterangan pada video.

    "Seakan-akan sang bayi merasakan bahwa ini pelukan sang ayah yang pertama sekaligus yang terakhir kali hingga sang buah hati menangis tak mau lepas dari pelukan sang ayah."

    "Semoga istiqomah."

    Viral momen haru Serda Kom Purwanto mengazankan bayinya sambil menangis. Serda Kom Purwanto termasuk satu dari 53 awak kapal KRI Nanggala 402 yang gugur. (Capture YouTube TvOne)

    Dikutip dari Surya.co.id, suasana duka masih menyelimuti kediaman Serda Kom Purwanto di Jalan Dukuh Bulak Banteng, Surabaya.

    Istri Serda Purwanto, Dian Arisa, tampak sabar dan tabah menghadapi kabar duka.

    "Enggak ada pesan apa-apa pamit seperti biasa," ungkap Dian ketika mengingat momen kebersamaan terakhir bersama suaminya, Senin (26/4/2021).

    Dian mengaku tidak memiliki pikiran apa-apa ketika Serda Purwanto pamit hendak berangkat dinas pada Senin (18/4/2021) lalu.

    Diketahui Serda Purwanto sudah berdinas selama 10 tahun di KRI Nanggala-402.

    Saat ditemui, wajah Dian masih tampak sembab.

    Ia mengingat suaminya mengajak sekeluarga berwisata di Pasuruan seminggu sebelumnya.

    "Pekan sebelumnya sempat foto bersama anak-anak di Cimory, Pasuruan," kata Dian.

    Saat mengetahui kabar KRI Nanggala-402 hilang kontak, Dian langsung syok.

    Meskipun begitu, ia mengaku ikhlas.

    "Langsung syok, sudah pasrah dan ikhlas. Toh juga sudah risiko," ucap ibu dua anak ini.

    Serda Purwanto dikenal sebagai sosok yang suka membuat kerajinan tangan.

    Hal itu tampak dari miniatur KRI Nanggala-402 yang ditempatkan di wadah kaca di rumah Dian.

    "Ini mas (suami) yang bikin, buatnya pakai semen. Emang suka bikin kerajinan tangan," jelas Dian.

    Berikut video selengkapnya:

    Kisah Pilu Raditaka Mardyansyah yang Gugur Bersama KRI Nanggala-402

    Kls Isy Raditaka Mardyansah (26) menjadi satu di antara 53 awak kapal KRI Nanggala-402 yang dinyatakan gugur.

    Perjuangan Raditakan menjadi seorang TNI ternyata tak mudah.

    Sang ayah, Mugiyono (56), menyebut putranya itu sempat dua kali gagal menjadi anggota TNI.

    Raditaka baru berhasil lolos seleksi anggota TNI setelah mencoba tiga kali mendaftar.

    "Tiga kali daftar baru diterima, ya jadi gagal dua kali," ucap Mugiyono.

    Warga Desa Kesamben, Kecamatan Plumpung, Tuban, Jawa Timur, itu menyebut Raditaka menjadi tulang punggung setelah menjadi anggota TNI.


    Kolase - Kls Isy Raditaka Mardyansah, warga Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Tuban, yang merupakan satu dari 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402, dan ayah Kls Isy Raditaka Mardyansah, 2021. (TribunJatim.com/M Suharsono)

    Pasalnya, kakak Raditaka yang juga seorang TNI bertugas di luar Pulau Jawa dan kini sudah menikah.

    Raditaka juga memiliki dua adik yang hingga kini belum bekerja.

    Satu adik Raditaka bahkan juga berencana menjadi seorang TNI.

    "Dika tulang punggung, saya sangat kehilangan, dia anak yang baik, disiplin," ucap Mugiyono dengan suara bergetar.

    "Sudah 6 tahun di TNI." (Frida Anjani / SURYAMALANG.COM)