Mencekam! Prajurit TNI Siaga Tempur Menghadang Tiga Unit Tank Merkava Israel Bersenjata Lengkap





    Indonesia akan selalu aktif menjaga perdamaian dan ketertiban dunia sesuai dengan yang termaktub dalam UUD 1945.

    Salah satu wujud nyatanya ialah Indonesia mengirim pasukan perdamaian di bawah bendera PBB ke seluruh dunia.

    Pengiriman pasukan perdamaian ini biasanya berasal dari unsur TNI maupun Polri.

    Dimana tugas pasukan perdamaian ini ialah menengahi pertikaian antar dua negara yang bersitegang.

    Salah satunya ialah pengiriman Satgas Indobatt yang terhabung dalam  United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

    Tak tanggung-tanggung, daerah yang dijaga oleh prajurit TNI kita ialah perbatasan Israel-Lebanon.

    Tak jarang pasukan TNI berhadapan langsung dengan militer Zionis yang kerap adu tembak dengan Lebanon itu.

    Kali ini ada kejadian mencekam dimana pasukan TNI menghadang tiga buah Main Battle Tank (Merkava) Israel.

    Dikutip zonajakarta.com dari akun instagram @puspentni, Kamis (11/3/2021) berikut rilis pers ketegangan antara pasukan Lebanon dengan Israel.

    Situasi di Perbatasan Lebanon - Israel Mencekam, Personel Satgas Indobatt XXIII-O/UNIFIL Berhasil Redam Ketegangan

    Menyusul mencekamnya situasi di Blue Line – garis demarkasi yang membagi wilayah Lebanon dan Israel, personel Satgas Indobatt XXIII-O/UNIFIL yang sedang melaksanakan patrol rutin berhasil meredam ketegangan antar kedua Angkatan Bersenjata negara tersebut.

    Terkait peristiwa ini, Komandan Kontingen Garuda selaku Komandan Satgas XXIII-O/UNIFIL, Kolonel Inf Amril Haris Isya Siregar, S.E., M.M., terjun langsung memantau situasi, bertempat di TP 35 dan TP 36 Lebanon Selatan, Rabu (10/03/2021).

    Menurut Dansatgas, mencekamnya situasi di Blue Line ini diawali dengan pembuatan jalan baru oleh tentara Lebanon atau dikenal dengan Lebanese Armed Force (LAF) di Temporary Point (TP) area 35. Pembuatan jalan baru dilakukan karena masih banyaknya ranjau di wilayah perbatasan Lebanon.

    “Sebagai bentuk protes pembuatan jalan baru oleh LAF, Israel mengirim tiga unit tank Merkava beserta beberapa prajurit yang berjalan kaki di samping kanan dan kiri tank dan membuka Iron Gate dekat TP 35 untuk dilalui,” pungkasnya.

    “Tak berselang lama datang 20 orang tentara LAF dengan bersenjata lengkap dan menempatkan beberapa penembak jitu di atap sebuah rumah kecil di area TP 35,” tambah Dansatgas.

    Melihat kejadian tersebut, personel Satgas Indobatt XXIII-O/UNIFIL yang tengah berjaga di TP 35 dan TP 36 melaporkan kepada komando atas dan langsung direspon oleh markas UNIFIL dengan mengotorisasi pengiriman 47 personel Battalion Mobile Reseved (BMR) Indobatt untuk mendirikan blokade di TP 35 dan TP 36 serta untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

    “Saya perintahkan kepada seluruh personel untuk memperpanjang waktu pemasangan blokade serta selalu siaga dan waspada terhadap segala kemungkinan terburuk dan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan mengingat banyaknya masyarakat sipil yang berdatangan ke lokasi,” tegasnya.

     

    Merkava sendiri merupakan jajaran MBT terbaik dunia setara dengan M1A2 Abrams dan Leopard 2.*