Serangan Besar-besaran, Taiwan Laporkan 8 Pesawat Pembom dan 4 Jet Tempur China Melintas di Daerahnya





    Militer Taiwan melaporkan 8 pesawat pembom, 4 jet tempur, dan 1 kapal selam milik China telah melintas di zona identifikasi pertahanan udaranya (ADIZ) pada Sabtu, 23 Januari 2021.

    Taiwan mengatakan sistem pertahanan rudal angkatan udara negaranya telah dikerahkan untuk 'memantau' pesawat-pesawat China.

    Pesawat itu dikatakan terdiri atas 8 pesawat pembom H-6K, empat pesawat tempur J-16, dan satu pesawat Y-8 ASW.

    Angkatan udara Taiwan memperingatkan pesawat China dan mengerahkan rudal untuk memantau mereka.

    "Serangan peringatan lintas udara telah ditugaskan, peringatan radio dikeluarkan dan sistem rudal pertahanan udara dikerahkan untuk memantau aktivitas tersebut," kata Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Sputnik News.

    Militer Taiwan juga menyediakan peta area 'intrusi', yang menunjukkan jalur penerbangan pesawat yang dilaporkan terbang dari daratan China, sekitar 300-350 km dari pulau Taiwan.

    Taiwan dan China memiliki klaim zona pertahanan udara (ADIZ) yang bersaing. Awal bulan ini Taipei melaporkan pihaknya telah mencatat 380 'serangan' oleh pesawat China ke ADIZ pada tahun 2020.

    Belum ada komentar langsung dari China. Sejak dulu, China mengatakan telah melakukan latihan untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan negara.

    Beijing telah menyaksikan dengan keprihatinan yang meningkat meningkatkan dukungan Amerika Serikat untuk Taiwan, terutama selama pemerintahan Presiden Donald Trump.

    Tahun 2020 lalu selama kunjungan pejabat senior AS ke Taipei, pesawat China secara singkat melintasi garis median Selat Taiwan, yang biasanya berfungsi sebagai penyangga tidak resmi.

    Penerbangan oleh pesawat-pesawat pembom China pada Sabtu terjadi hanya beberapa hari setelah Joe Biden menjabat sebagai presiden AS ke-46.

    China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang nakal dan berjanji akan merebut pulau itu kembali meski dengan cara kekerasan.***