Istri Syekh Ali Jaber Ungkap Pesan Terakhir Suaminya Sebelum Wafat, Umi Nadia Akui Seperti Firasat

    Istri Syekh Ali Jaber Ungkap Pesan Terakhir Suaminya Sebelum Wafat, Umi Nadia Akui Seperti Firasat

    Kabar kepergian ulama kondang Syekh Ali Jaber yang meninggal dunia pada Kamis (14/1/2021) menjadi kabar mengejutkan bagi banyak orang. 

    Sosok ulama kelahiran Madinah ini meninggal di RS Yarsi Jakarta. 

    Sebelumnya Syekh Ali Jaber sempat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. 

    Kepergian ulama kondang itu membuat sang Istri, mendadak jadi sorotan usai pendakwah tanah air ini meninggal dunia pada kemarin Kamis (14/1/2021). 

    Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada usia 44 tahun, ulama ini meninggalkan istri dan 3 orang anak, namun anak ketiga masih dalam kandungan sang istri, Umi Nadia. 

    Wanita yang kerap disapa Umi Nadia ini ternyata sedang hamil 5 bulan, saat ditinggalkan oleh sang suami, Syekh Ali Jaber. 

    Tentu saja ini jadi duka dan kesedihan mendalam untuk istri Syekh Ali Jaber dan anak-anaknya. 

    Pasalnya, Umi Nadia dan Syekh Ali Jaber sudah 12 tahun menikah. 

    Diberitakan, pendakwah Syekh Ali Jaber meninggal dunia di RS Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2021) pukul 08.30 WIB. 

    Meski sempat terpapar Covid-19, Syekh Ali Jaber dinyatakan sudah negatif Covid-19 sebelum akhirnya meninggal dunia. 

    Sebulan sebelum wafat, Syekh Ali Jaber mengabarkan kabar gembira bahwa istrinya sedang hamil 4 bulan di bulan Desember. 

    Berarti sekarang di bulan Januari 2021, istri Syekh Ali Jaber hamil 5 bulan. 

    Kemudian, Syekh Ali Jaber pun meminta doa dari umat muslim untuk kesehatan istri dan sang jabang bayi.

    "Doain juga, istri saya sedang hamil juga, doain semoga Insyallah lancar ya, masuk bulan yang keempat. 

    Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar," ungkap Syekh Ali Jaber.

    Di tempat terpisah, sang anak sulung, Hasan mengungkap pertemuan terakhirnya dengan sang ayah, Syekh Ali Jaber. 

    Hasan mengatakan bahwa dirinya terakhir kali bertemu dengan Syekh Ali Jaber sehari sebelum ayahnya masuk rumah sakit. 

    Ia sempat melihat ayahnya itu saat hendak pergi ke rumah sakit karena telah dinyatakan positif Covid-19. 

    "Terakhir itu sebelum masuk rumah sakit, kurang lebih dua minggu di rumah sakit," kata Hasan di rumah duka. 

    "Dia jalan dibawa ke rumah sakit karena udah positif (Covid-19), dapat diam di rumah besoknya berangkat ke rumah sakit, abis itu enggak pernah ketemu lagi," sambungnya. 

    Sebelum dipindah ke ruang ICU, Hasan mengaku masih aktif berkomunikasi dengan ayahnya. 

    Namun, setelah Syekh Ali Jaber masuk ke ruang khusus tersebut, komunikasi mereka terputus hingga hari kematiannya. 

    "Terakhir itu sebelum masuk ICU masih pegang hp beliau. Setelah masuk ICU sudah enggak," kata Hasan.

    Selama hampir 2 minggu, Hasan tak pernah lagi bertemu dengan sang ayah, Syekh Ali Jaber. 

    Syekh Ali Jaber meminta agar putra sulungnya tersebut menjaga sang ibu, Umi Nadia dan kedua adiknya. 

    Selain itu, ayahnya juga mengingatkan agar Hasan selalu menjaga dan menjalankan salat. 

    Pasalnya, salat adalah pondasi untuk dapat mendirikan agama Islam secara kokoh. 

    "Jaga salat dan jaga Mama. Itu yang penting salat, karena pondasi agama," ucapnya. 

    "Dia cuma pesannya yang penting jangan tinggalin salat," lanjut Hasan. 

    Mengetahui doa dan pesan terakhir Syekh Ali Jaber, banyak netizen yang menyorotinya. 

    "Ya Allah, kayak udah firasat. Semoga anakyh soleh2seperti ayah yh seh yg penyayang," tulis akun Een Nurhasanah. 

    "MasyaAllah melihat mata alhasan putra syech ali jaber seperti melihat beliau . Sendu sayu.... Penuh kelembutan," tulis akun TENI HERLIANI1. 

    "MasyaAllah anakny kuat sekali tdk nangis.. saya dari tadi udh nangis trs," tulis akun Witty Nur48.