Sama-sama Badan Jaminan Sosial, Apa Beda BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan?


    Pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) Rp 600.000 untuk pekerja dengan gaji di bawah 5 juta.

    Salah satu syaratnya adalah karyawan tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan aktif membayar iuran.

    Meski begitu, mungkin masih ada masyarakat Indonesia masih bingung membedakan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

    Tak jarang keduanya dianggap sama, sebab sama sebagai sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

    Berikut ini penjelasan tentang BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

    BPJS Ketenagakerjaan
    Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menjelaskan BPJS Ketenagakerjaan adalah transformasi dari PT Jamsostek (Persero) sejak 2014.

    “Dulunya BUMN sekarang badan hukum publik. Untuk memudahkan penyebutannya, BPJS Ketenagakerjaan dipanggil BPJAMSOSTEK,” ujarnya pada Kompas.com, Rabu (12/8/2020).

    Tugasnya memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia, baik mereka yang bekerja secara informal maupun yang nonformal.

    Dia juga menjelaskan, BPJAMSOSTEK menyelenggarakan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk melindungi seluruh pekerja di Indonesia, melalui 4 program, yaitu:

    • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
    • Jaminan Hari Tua (JHT)
    • Jaminan Pensiun (JP)
    • Jaminan Kematian (JKm)

    Sementara itu pesertanya ada 4 jenis, yaitu:

    • Penerima Upah (PU)
    • Bukan Penerima Upah (BPU)
    • Jasa Konstruksi
    • Pekerja Migran Indonesia

    “Kalau kepesertaan BPJAMSOSTEK memang harus mendaftar dulu,” katanya.

    Irvan melanjutkan, untuk peserta jenis PU, maka perusahaan yang mendaftarkan karyawannya. Selain itu, iuran JKK, JKM, dan sebagian JHT serta JP dibayarkan perusahaan.

    Lalu apakah jika sudah terdaftar sebagai peserta mendapat kartu (fisik)? Utoh mengatakan tidak harus memiliki kartu (fisik).

    Peserta bisa mengecek keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi BPJSTKU, via website atau SMS.

    BPJS Kesehatan
    Sementara itu mengenai BPJS Kesehatan, Irvan menjelaskan, jaminan sosial ini adalah transformasi dari PT Askes (Persero) sejak 2014.

    Sebelumnya, BPJS Kesehatan adalah BUMN dan sekarang badan hukum publik.

    BPJS Kesehatan menyelenggarakan program Jaminan Sosial Kesehatan untuk melindungi seluruh masyarakat di Indonesia, melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

    Tugas BPJS Kesehatan memberikan perlindungan kesehatan secara mendasar bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali.

    Mengenai fungsinya, BPJS Kesehatan memberikan perlindungan sesuai dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), meliputi:

    • pelayanan kesehatan tingkat pertama
    • pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan
    • rawat inap.

    Lalu pesertanya siapa saja?

    Dilansir laman BPJS Kesehatan, semua penduduk Indonesia wajib menjadi peserta JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

    Itu termasuk orang asing yang telah bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia dan telah membayar iuran.

    Berikut ini peserta BPJS Kesehatan:

    • Pekerja Penerima Upah (PPU)
    • Pemerintah Daerah (PD Pemda)
    • Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP)
    • Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK)

    Dari jenis peserta tersebut hanya PBI yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah.

    Sumber: kompas.com