RS Surabaya Dituduh meng-COVID-kan Pasien Demi Terima Ratusan Juta, Ini Faktanya


    Sebuah postingan di Twitter mendadak viral lantaran menyebutkan seorang pasien yang ‘dicovidkan’ oleh pihak rumah sakit (RS) agar pihak RS tersebut mendapat kucuran dana dari pemerintah.

    Adalah akun @BalqisRrzq yang menyebutkan seorang pasien di RS Wiyung Sejahtera, Surabaya, yang dinyatakan positif COVID-19 padahal tidak menerima hasil tes swab yang positif.

    Viralnya postingan tersebut kemudian mendapat sorotan dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).

    PERSI pun dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menegaskan jika kabar ini adalah hoaks.

    Akun ini sendiri dinilai oleh PERSI telah menuduh RS Wiyung merekayasa hasil positif COVID-19 pasien demi mendapatkan bantuan dari pemerintah Rp 200 juta per pasien positif COVID-19 dan mendapat Rp 350 juta per pasien COVID-19 yang meninggal dunia.

    Bahkan akun tersebut berlanjut menuduh RS Siloam dan RS Mayapada menyuntik mati pasien agar mendapat Rp 350 juta per pasien dari pemerintah.

    Disebutkan pula, setiap ambulans mendapat jatah Rp 15 juta per jenazah yang diantar serta sopirnya mendapat Rp 9 juta, sisanya dibuat bancakan oleh RS.

    Lebih lanjut, akun tersebut juga menuduh pemerintah menargetkan 70 juta jiwa rakyat mati.

    “PERSI mengimbau kepada siapa pun atau pihak mana pun agar tidak membuat, memperbanyak, dan menyebarluaskan informasi keliru dan palsu (hoax),” kata pejabat Humas PERSI Anjari Umarjiyanto menyampaikan keterangan tertulis, Selasa (21/7).

    “Karena selain bersifat menyesatkan, merugikan pasien pelayanan rumah sakit dan masyarakat luas, juga dapat berdampak hukum kepada yang bersangkutan.”

    PERSI atau pihak rumah sakit terkait akan mempertimbangkan untuk mengambil langkah lanjutan yang dianggap perlu, termasuk upaya hukum, apalagi jika tidak ada iktikad baik dan permintaan maaf dari orang yang memiliki akun Twitter tersebut.


    Sementara itu, postingan yang menyebutkan berbagai tuduhan pada pihak rumah sakit itu saat ini telah dihapus.

    Setelah sebelumnya pihak RS Mayapada menghubungi akun @BalqisRrzq secara langsung untuk memberi klarifikasi atas klaim hoaks tersebut.

    Tak sampai disitu, pemilik akun Twitter @BalqisRrzq juga menyampaikan permintaan maafnyat melalui sebuah utas di Twitter.

    “Selamat malam, Saya BALQIS RANARIZQ meminta maaf kepada pihak mayapada management hospital @RSMayapada atas postingan saya yang memberikan infromasi TIDAK BENAR tanpa terlebih dahulu mencari kebenaran (validasi) sumber beritanya,” cuit @BalqisRrzq.

    “Maka saya sekali lagi memohon maaf yang sebesar besarnya atas postingan saya tersebut dan sekaligus klarifikasi dari postingan saya, management mayapada tidak pernah merugikan pihak keluarga saya yang KEBETULAN ayah pernah mengalami sebagai pasien covid,” sambungnya.

    “Dan untuk pihak ketiga lainnya dari rumah sakit yang terkait serta pihak pihak yg merasa dirugikan dengan postingan saya tersebut saya sampaikan juga permohonan maaf atas kesalahan saya. Mohon perhatian dan harap maklum. Terimakasih,” imbuhnya.

    Sumber: wowkeren.com