Potret Menyayat Hati 2 Anak Yatim Piatu di Sumsel, Kelaparan Hingga Badan Kurus





    Pandemi membangkitkan jiwa berbondong-bondong membantu dan berlomba-lomba dalam kebaikan.
    Sayangnya, di sisi lain masih ada insan yang patut menerima sokongan dan dibantu untuk hidup lebih layak.
    Bocah kakak beradik tanpa orangtua di Sumatera Selatan, kondisinya begitu menyayat hati. Ingin tahu kisah lengkapnya? Simak lebih lanjut.

    Kunjungan dan Kean
    Seorang perwakilan tentara dan polisi didampingi salah satu warga mengunjungi rumah kakak beradik yang telah yatim piatu.
    Tepat di Kecamatan Gelumbang , Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, keduanya sedang kelaparan.
    "Langsung masuk pak, agak kurang dia ini pak," ujar seorang warga sambil mengantar kedua aparat negara itu masuk rumah.

      

    Sambutan Tidak Terduga

    Pihak kepolisian menyerahkan bantuan. Sayangnya karena bahan mentah, mereka tidak memiliki alat sama sekali untuk mengolahnya.

    Instagram @palembang_bedesau 2020 Merdeka.com
    Memasuki rumah yang nampak sudah tidak layak huni, serta lama tidak terawat itu, sebuah suara dari bocah yang lebih tua terdengar.
    "Bawak nasi ndak pak kami lapar," ujar sang kakak.

    Kondisi Adik Begitu Miris

    Kabar yang mengetuk pintu hati untuk bangkit menolong melihat kondisi sang adik yang begitu kurus, hingga nampak tiap lekuk tulangnya.
    Instagram @palembang_bedesau 2020 Merdeka.com
    Sebenarnya mereka ada empat bersaudara yatim piatu. Kondisi dua anak ini masuk kategori disabilitas mental.
    Mereka masih tinggal di rumah bantuan pemerintah bersama satu kakak lagi. Keterbelakangan mental yang membuat diri mereka lebih susah untuk berbaur.

    Konfirmasi Pemerintah
    Pemerintah Kabupaten Muara Enim memperjelas kabar bahwa mereka termasuk penerima bantuan PKH.
    Nama pengurus Ilhami, kategori SMA. Dirinya sudah diadopsi salah satu warga desa Sebau. Sedangkan ketiga adik lainnya masih tinggal di rumah tersebut.
    Sebuah pesan singkat disampaikan perwakilan pemerintah pada admin yang menyebarluaskan video yang tengah viral.
    "Mohon izin admin saya Miko dari protokol sekretariat daerah kabupaten Muara Enum mengenai video viral yang menyangkut pemberian bantuan kepada dua bersaudara di Kecamatan Gelumbang," tulis setda kabupaten.





    Bantuan Pemerintah

    Unggahan video serta foto dari akun @palembang_bedesau langsung mendapat respon dari pemerintah kabupaten, yang dikirim melalui pesan aplikasi Instagram.
    "Sudah disampaikan dan dilaporkan ke Pelaksana tugas (Plt) Bupati. Pak Plt. Bupati sudah merespon dan menindak lanjuti terkait video tersebut lokasi berada di Desa Sebau Kec. Gelumbang dan dinas sosial sudah merespon dan akan bergerak dalam penyaluran bantuan, terima kasih untuk informasinya." tulis perwakilan setda.
    "Terkait perkembangan dan kelanjutan pemberian bantuan akan saya informasikan kepada admin. Salam hangat dan terus berkarya," tutupnya.

    Bagi yang Ingin Membantu

    Bagi masyarakat yang sudah mengetahui kabar dari kakak beradik keterbelakangan mental ini dan berkeinginan membantu, sangat terbuka.
    Kesempatan berbagi terutama selama masa pandemi Covid-19 akan sangat berarti. Bisa langsung datang ke Polsek Gelumbang.
    Petugas akan menyalurkan atau mengantarkan Anda langsung dan menunjukkan lokasi tinggal bocah bersaudara ini.

    Pilu Warganet

    Kabar dari wilayah yang memiliki tambang batu bara terbesar di Asia Tenggara ini benar-benar memilukan.
    Para warganet begitu menyayangkan sikap tetangg dan pemerintah setempat mengenai kondisi anak berkebutuhan khusus tersebut.
    "Ya Tuhan tinggal tulang lapis kulit," tulis akun @grace_chandra5.
    "Ya Allah pilu lihatnya," oleh akun @agustina_382.
    "Ya ampun bener-bener teriris hati melihatnya," tulis akun @m1s4r disertai gambar stiker menangis.